5 Strategi Memenangkan Hati Pewawancara dengan Menjawab Pertanyaan Apa Kelemahan Anda?
Post on: 13 September 2017 - By: Karirpad

Menghadapi sebuah wawancara kerja bukanlah sesuatu yang mudah bagi kebanyakan orang. Perasaan takut, cemas hingga grogi pasti akan muncul secara alami. Salah satu hal yang paling ditakutkan oleh para Job Seeker saat menghadapi wawancara kerja adalah tak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh sang pewawancara. Terlebih jika pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan sepele namun sangat sulit untuk dijawab, seperti, "Apa kelemahan Anda?"

Pertanyaan yang terdengar mudah untuk dijawab, namun sebenarnya amat sangat sulit untuk dijawab dengan tepat. Jika kamu memberikan jawaban yang salah maka sang pewawancara akan memberikan penilaian yang buruk terhadapmu. Bahkan, karena salah menjawab kamu bisa gagal mendapatkan pekerjaan impianmu tersebut, lho. Lalu, jawaban apa yang harus diberikan jika diberi pertanyaan ini? Nah, kali ini Karirpad akan memberikan beberapa contoh strategi yang bisa kamu lakukan dalam menjawab pertanyaan ini. Ayo, simak tipsnya di bawah ini!

Utarakan apa yang menjadi kelemahanmu dan jelaskan caramu mengatasi masalah itu

Pertanyaan mengenai kelemahan diri memang cukup sulit untuk dijawab. Terlebih jika kamu tidak membekali diri dengan pengetahuan yang cukup. Pasti kamu akan merasa gugup saat menjawab pertanyaan tersebut. Saat kamu sedikit gugup, maka pewawancara dengan cepat bisa menangkap sinyal tersebut dan mulai mempertimbangkan kapasitasmu untuk bergabung di perusahaan tersebut.

Untuk menghindari masalah ini, usahakan untuk selalu berkata jujur tentang apa yang menjadi kelemahanmu. Namun, tak berhenti di situ. Kamu juga harus menunjukkan apa usahamu dalam mengatasi kelemahan tersebut. Dengan memberikan jawaban seperti itu maka pewawancara akan melihat bahwa kamu adalah orang yang sadar diri dan berusaha aktif untuk mengembangkan diri. Hal inilah yang selalu dicari oleh seorang pewawancara kerja.

 Contoh: "Saya memiliki kesulitan dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. Saya selalu kehabisan kata-kata saat diajak berbicara dalam bahasa Inggris. Untuk mengatasi masalah ini, sekarang saya sedang mengambil kursus bahasa Inggris dan sudah berjalan selama kurang lebih dua bulan."


Jelaskan bahwa kelemahanmu tidak berhubungan dengan posisi incaranmu

Kamu juga bisa menjawab pertanyaan mematikan 'Apa kelemahan Anda?' dengan strategi ini. Namun, sebagai konsekuensinya kamu harus mempelajari dengan baik posisi yang sedang kamu lamar. Berusahalah untuk mencari apa kelemahan dirimu dan perhatikan apakah kelemahan tersebut akan berpengaruh banyak terhadap posisi yang kamu lamar. Jika tidak banyak berpengaruh, maka strategi ini siap untuk kamu pakai.

Dengan menggunakan strategi ini, kamu berusaha menunjukkan pada pewawancara bahwa apa yang menjadi kelemahanmu tidak akan memberi dampak negatif pada kinerjamu nantinya. Usahakan untuk tidak menyebutkan kelemahan yang justru dibutuhkan dalam posisi yang sedang kamu incar. Hal tersebut akan menjadi bumerang tersendiri untukmu dan bisa berujung pada penolakan dari pihak perusahaan.

Contoh: Saat kamu melamar sebagai seorang finance atau akuntan, kamu bisa menjawab, "Kekurangan saya adalah saya tidak bisa berbicara di depan umum. Saya selalu mengeluarkan keringat dingin setiap kali dipaksa untuk berbicara di depan banyak orang."

Kelemahan adalah Kekuatan

Mungkin jawaban ini akan terdengar klise, namun ini adalah salah satu jawaban terbaik untuk pertanyaan ini. Hindari jawaban yang terdengar terlalu membesarkan dirimu, misal "Saya orang yang sangat perfeksionis, itu adalah kelemahan saya". Jawaban seperti ini sudah sering didengar oleh seorang pewawancara dan sudah pasti tak akan berhasil jika kamu gunakan.

Solusinya adalah pelajari lagi keahlian apa saja yang dibutuhkan dalam posisi yang kamu lamar lalu buatlah jawaban berdasarkan keahlian yang dibutuhkan itu. Dengan menjawab seperti itu maka pewawancara akan merasa puas dan memandangmu sebagai seseorang yang memiliki integritas tinggi.

Contoh: Jika kamu melamar sebagai seorang data analyst, kamu bisa menjawab, "Kelemahan saya adalah saya membutuhkan waktu untuk dapat menganalisis data dengan benar-benar akurat. Waktu tersebut saya manfaatkan untuk menguatkan analisis saya dengan metrik-metrik tambahan sehingga data yang dihasilkan memiliki kredibilitas yang benar-benar kuat."

Beri jawaban diplomatis agar wawancara berakhir manis

Memberi jawaban yang diplomatis akan berdampak besar pada pandangan pewawancara terhadapmu. Tak ada seorang pun pewawancara yang ingin meng-hire seseorang yang tidak jujur. Oleh karena itu jawaban diplomatis akan membuat pewawancara terkesima oleh jawabanmu.

Kamu bisa menggunakan strategi ini terutama jika posisi yang kamu lamar saat ini berbeda dengan pengalaman kerjamu sebelumnya. Jawaban diplomatis seperti ini akan menunjukkan bahwa kamu adalah seseorang yang realistis dan tentu saja, kejujuranmu akan dihargai oleh pewawancara.

Contoh: Pekerjaanmu sebelumnya adalah seorang Back-end Developer dan posisi yang kamu lamar adalah Front-end Developer, kamu bisa menjawab, "Saya sadar betul bahwa background saya adalah seorang back-end developer dan saya belum memiliki pengalaman sebagai front-end developer. Namun, di perusahaan saya yang terdahulu saya sudah cukup sering berdiskusi dengan rekan-rekan front-end developer saya sehingga saya sudah cukup memahami apa saja yang harus dilakukan oleh seorang front-end developer.

Kamu seorang fresh graduate? Jawab dengan strategi ini

Menjadi seorang fresh graduate memang menghadirkan dilema tersendiri. Pengalaman wawancara kerja yang masih minim tentu memunculkan kesulitan tersendiri untukmu, kan? Nah, jika kamu seorang fresh graduate dan sang pewawancara mengajukan pertanyaan 'Apa kelemahan Anda?' maka kamu bisa menggunakan jawaban dengan pola seperti ini untuk memuluskan jalanmu dalam mendapatkan pekerjaan.

Contoh: Jika kamu mencoba melamar untuk posisi marketing, maka kamu bisa menjawab, "Saya adalah seorang fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja yang memadai. Namun, semasa saya kuliah, saya pernah melakukan kerja magang sebagai staff tele-marketing. Saya yakin bahwa pengalaman tersebut akan menjadi sesuatu yang berguna bagi saya dalam bekerja sebagai staff marketing di perusahaan ini."

 

Nah, itu tadi beberapa strategi yang bisa kamu lakukan dalam menjawab pertanyaan, “Apa kelemahan Anda?”. Jangan sampai salah menjawab lagi, ya. Sekarang saatnya kamu mempraktikkan tips ini dengan melamar kerja pada perusahaan-perusahaan besar hanya di Karirpad.com.

Jangan lupa untuk membagikan informasi ini kepada teman-temanmu yang sedang mencari pekerjaan agar mereka bisa segera mendapat pekerjaan impian mereka!

Lihat Artikel Terbaru:
Post on: 13 Oktober 2017 - By: Karirpad
Post on: 13 Oktober 2017 - By: Karirpad
Lihat Artikel Lainnya:
Post on: 14 Agustus 2015 - By: Karirpad
Post on: 24 Oktober 2016 - By: Karirpad
Post on: 21 Juni 2016 - By: Karirpad
Post on: 05 Februari 2016 - By: Karirpad
Post on: 18 Desember 2015 - By: Karirpad
ˆ