Empat Kesalahan Terbesar Saat Wawancara
Post on: 20 Maret 2015 - By: Indra Prasta

Memang sukar dipungkiri jika cara terbaik dan terampuh mendapatkan pekerjaan baru ya melamar di banyak lamaran pekerjaan. Mulai dari bertanya kepada kolega di perusahaan lain, lewat job portal, mengakses banyak lowongan kerja terbaru 2015 di berbagai sumber lowongan, hingga seringkali kita meminta bantuan sanak famili.

Kuncinya tetap sama yaitu kirim lamaran di banyak lowongan pekerjaan, namun ingat jangan menggantungkan harapan terlalu tinggi, bukan berarti pesimis. Ingatlah jika Anda melamar pekerjaan di banyak lowongan kerja terbaru 2015 Medan misalnya, atau lowongan kerja terbaru 2015 Bali, bisa juga lowongan kerja terbaru 2015 Makassar. Di beberapa kesempatan, ada kemungkinan Anda dipanggil untuk seleksi wawancara. Dan di beberapa kesempatan pula, Anda tidak dipanggil untuk proses selanjutnya. Tetap jangan menyerah.

Nah, ketika Anda sudah berhasil lolos seleksi dokumen, perasaan campur aduk mulai dari senang, deg-degan, dan penasaran mulai menghantui. Bagaimana dengan seleksi wawancara nanti??? Mulai muncul banyak persepsi, hal ini dan hal itu bisa terjadi. Stop. Mulailah menyiapkan diri Anda. Dalam kesempatan ini, setidaknya ada empat hal yang harus Anda hindari dalam wawancara pekerjaan.

Kesalahan pertama, tidak mengerti dasar atau core dari perusahaan Anda bekerja sekarang. Seringkali pewawancara akan bertanya "Bergerak di bidang apa perusahaan Anda bekerja sekarang?". Ketika Anda bisa menjelaskan secara detil dan komprehensif, it's job well done. Namun, jika seketika Anda tersendat dan terbata-bata dalam menyampaikan bahkan tidak bisa memberikan jawaban. Well....

Lanjut ke kesalahan kedua, menyombongkan diri tanpa ditanya. Pernahkan Anda keasyikan cerita mengenai diri Anda dan prestasi apa saja yang sudah Anda lukiskan di perusahaan sebelumnya tanpa menyadari jika sebenarnya bukan itu substansi dari pertanyaan sang pewawancara? Ceritakan pengalaman dan keahlian Anda di waktu tepat, itu lebih baik.

Ketiga, menjawab pertanyaan lalu diam. Sayapun mengakui jika kadang terdapat pertanyaan yang membuat saya terdiam. Bisa karena memang tidak mengerti apa yang pewawancara maksud, atau karena tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Ambil contoh "Ceritakan diri Anda di masa 10 tahun mendatang". Jleb. Jangan terdiam, namun ambil nafas sejenak, beri diri Anda waktu untuk merangkai dan memproses jawaban tersebut.

Nah yang keempat, terlalu ingin dipuji. Bukan kewajiban sang pewawancara untuk memuji Anda atas apa yang sudah Anda lakukan sebelumnya. Ia tidak mempunyai obligasi untuk mengatakan jika prestasi Anda begitu membanggakan. Ceritakan torehan prestasi sebagai bekal keahlian dan tanggung jawab selama ini. Bukan untuk mengharapkan pujian dan dipandang Anda sangat pantas untuk diterima. Keep it low profile!


 

Jabat erat,

 

Indra Prasta

Country Manager of Karirpad




 

Lihat Artikel Terbaru:
Post on: 13 Oktober 2017 - By: Karirpad
Post on: 13 Oktober 2017 - By: Karirpad
Lihat Artikel Lainnya:
Post on: 26 Februari 2016 - By: Karirpad
Post on: 29 Juni 2016 - By: Karirpad
Post on: 28 Juli 2016 - By: Karirpad
Post on: 11 Januari 2017 - By: Karirpad
Post on: 29 September 2016 - By: Karirpad
ˆ